Manual mahasiswa
SiapKerja! · Last Planner System
Simulator LPS rumah tipe 36. Bukan untuk proyek nyata. Versi 1.19 — konstruksi default 10 minggu, latihan pull Pondasi + Struktur.
- •
Pengajar yang membutuhkan modul praktikum: abduh@itb.ac.id
Logo untuk poster dan media sosial
Bukan untuk mahasiswa. Mark sama dengan aplikasi.
Paket lengkap (.zip) Ikon SVG Lockup PNG transparan Poster A4 Feed Feed terracotta Cerita / Reels LanskapPedoman uji coba
Evaluasi SiapKerja sebagai alat ajar LPS
Untuk fasilitator di perusahaan (rekan penulis). Tiga Form milik ketua peneliti — responden hanya mengklik tautan. Jangan tulis nama orang. Nama organisasi diisi, disamarkan di paper.
Tujuan
Mengukur dua hal pada SiapKerja: (1) apakah peserta dapat menjalankan alur LPS di aplikasi (value pemilik, desain, pull, make-ready, janji mingguan, huddle, PPC) pada pekerjaan rumah Type-36; (2) bagaimana mereka menilai kejelasan pekerjaan, kejelasan metode LPS, dan kegunaan SiapKerja sebagai alat latihan. Hasil untuk paper pembelajaran, eksploratori — bukan penilaian kinerja orang atau organisasi.
Siapa
- •Ketua peneliti — pemilik tiga Form Microsoft; menerima isian otomatis; memberi kode sesi dan tautan
- •Fasilitator — satu orang per perusahaan, rekan penulis; menjalankan sesi; tidak membuat Form
- •Responden — mengklik Form 1 sebelum main, Form 2 sesudah; boleh sendiri atau beberapa orang di satu laptop
Tiga Form Microsoft
Satu set untuk semua perusahaan. Data masuk langsung ke ketua peneliti. Fasilitator tidak membuat Form, tidak menyalin Form, tidak mengirim Excel. Gabung pra–pasca: sesi + R.
Unduhan untuk fasilitator
Berkas yang dibawa ke sesi. Form Microsoft tidak dibuat di sini.
Pedoman uji coba (.docx)Setelan wajib (semua laptop)
- •Desain 2 minggu · konstruksi 8 minggu
- •Mutu standar (jangan ditawar) · fokus waktu · LOD standar
- •Satu laptop = satu G. Boleh 1 orang atau beberapa, asal satu laptop
Alur 90 menit
Jika belum huddle: jangan paksa 100% rumah. Catat tab terakhir di Form 3.
Kode — cara menomori
Tiga kode. Sesi dari ketua peneliti. G dan R dari fasilitator di hari-H. Responden tidak mengarang kode.
- •Sesi S260901-A — S + tgl + huruf. Ketua kirim ke fasilitator sehari sebelumnya. Huruf A, B, C membedakan dua duduk di hari yang sama. Jangan dibuat sendiri.
- •Kelompok G1 — satu laptop. Fasilitator tulis di papan, urut dari 1.
- •Responden R01 — satu orang, unik dalam sesi. Jangan ulang R01 di G2; G2 mulai R04 jika G1 memakai R01–R03.
- •Nama organisasi diisi apa adanya. Di paper disamarkan. Nama orang tidak ditulis.
Contoh 5 orang, 2 laptop, sesi S260901-A
- •G1: Form 1 & 2 → R01, R02, R03 (semua + G1). Form 3 Anda: G1. JSON: S260901-A-G1.json
- •G2: Form 1 & 2 → R04, R05 (semua + G2). Form 3 Anda: G2. JSON: S260901-A-G2.json
Tulis SESI di papan sebelum Form 1. Katakan ke tiap orang tiga kodenya. Form 2 = kode yang sama. Datang telat: R berikutnya, jangan daur ulang. Gabung Excel urusan ketua (sesi + R).
JSON sesi — hanya fasilitator
Bukan tugas responden, bukan jawaban kuesioner (kuesioner sudah masuk Form ketua peneliti). Menit 75–80 fasilitator klik Unduh sesi, nama {sesi}-G{n}.json, kirim ke abduh@itb.ac.id. Subjek: SiapKerja JSON {sesi}-G{n}. Satu file per laptop.
Yang tidak dilakukan
- •Tidak membuat Form Microsoft sendiri, tidak menyalin Form, tidak menambah soal
- •Tidak mengirim Excel — isian sudah masuk ke ketua peneliti
- •Tidak meranking laptop atau responden
- •Tidak menawar mutu di simulasi
- •Tidak mengisi kuesioner untuk orang lain
- •Tidak menulis nama orang (nama organisasi boleh, disamarkan di paper)
- •Tidak mengklaim bahwa uji coba ini menaikkan PPC proyek nyata
- •Tidak minta responden mengunduh JSON
Consent (dibacakan menit 0)
Ini uji coba SiapKerja, alat ajar Last Planner System, untuk paper akademik. Kami mengevaluasi aplikasi ini, bukan menilai Anda atau organisasi Anda. Jangan tulis nama orang. Nama organisasi diisi apa adanya dan akan disamarkan di paper. Partisipasi sukarela, boleh berhenti kapan saja. Isian Form masuk ke ketua peneliti. File sesi simulator tidak berisi nama orang. Data dipakai untuk menyempurnakan SiapKerja sebagai pembelajaran LPS.
Ketua peneliti: abduh@itb.ac.id
·
1 = sangat tidak setuju · 5 = sangat setuju
·
Tidak ada nama orang. Nama organisasi diisi, disamarkan di paper. Jawaban tersimpan di laptop ini.
Tahap 1 · Pemilik
Tetapkan nilai (value)
Pemilik berkewajiban untuk menetapkan nilai yang ingin dicapai. Dalam simulasi ini, quality tidak boleh jadi kompensasi. Tidak boleh berkurang, harus sesuai. Pemilik bisa menetapkan fokus yang lain: waktu atau biaya. Simulasi ini akan menunjukkan berbagai keinginan pemilik.
Budget pemilik
Rp 350 jt
Tahap 2 · Desainer
Menerjemahkan Value Pemilik kepada Design
Desainer menerjemahkan keinginan pemilik (value) ke hitungan terkait tanah, struktur, arsitektur, MEP, serta gambar 3D dan denah. Kualitas hasil desain menentukan biaya konstruksi dan berapa constraint yang akan muncul di lapangan saat konstruksi.
Keputusan pemilik
Fee desainer
OE konstruksi
Gambar 3D Rumah Tipe 36
Denah Rumah Tipe 36
Perkiraan Biaya Konstruksi (Owner's Estimate - OE)
| Pekerjaan | Tim | Minggu | Bobot | OE |
|---|---|---|---|---|
| Total OE konstruksi | 100% | |||
Tahap 3 · Pemilihan Kontraktor
Penunjukan kontraktor dan kontrak
Untuk rumah tipe 36 dilakukan pemilihan kontraktor dengan penunjukan langsung dengan negosiasi. Negosiasi berdasarkan harga dan waktu. Kualitas harus sesuai dengan yang diminta pemilik.
Owner's Estimate
Target aman
OE ÷ 1,1
Penawaran
Jika VO +10%
Kontrak dikunci
Sumbu Y = Rp (juta) · Sumbu X = minggu konstruksi
Akumulasi biaya mengikuti urutan pekerjaan. Setelah deal, Kurva S + Gantt dibekukan sebagai kontrak.
Jadwal pekerjaan × minggu. Sumbu yang sama dengan Kurva S.
Minggu konstruksi →
| Minggu | Rp minggu | Kumulatif | % |
|---|---|---|---|
LPS · Master Planning
Jadwal Induk Kontrak
Master Plan memakai semaksimal mungkin yang sudah menjadi kontrak. Yang pertama adalah waktu sebagai batasan: kapan mulai dan kapan berakhir. Selanjutnya biaya yang dikontrakkan — pada eksekusi, biaya pelaksanaan kontraktor seharusnya lebih kecil daripada biaya kontrak agar menguntungkan. Kurva S dan Gantt adalah dokumen kontrak, media komunikasi dengan pemilik. LPS akan punya jadwal eksekusi yang berbeda, tetapi dikorelasikan kembali ke kontrak.
Kurva S kontrak · Rp × minggu
Gantt kontrak · pekerjaan × minggu
Setelah Master Plan terbentuk, saatnya menetapkan milestone dengan Phase Planning.
LPS · Phase Plan
Perencanaan tarik dan kolaboratif
Kegiatan perencanaan fase ini dilakukan sebelum pelaksanaan, secara kolaboratif dengan para last planner — subkon atau tim kerja yang akan melaksanakan pekerjaan. Kontraktor sudah menetapkan siapa tim tersebut. Phase planning membagi proyek menjadi fase-fase kecil dengan memperhatikan milestone, bahkan fase itu sendiri bisa menjadi milestone. Fase berkaitan dengan tim kerja dan disiplin; kadang juga perlu zonasi pekerjaan. Tim leader berkomitmen, termasuk hubungan antar-tim dan kualitas yang harus disediakan oleh tim sebelumnya di lokasi yang sama (tarik).
Tim kerja (last planner)
Kontraktor sudah menunjuk 6 tim. Mereka yang berkolaborasi di phase plan — warna sticky = warna tim.
Milestone
Kapan fase selesai. Tarik batang tiap milestone pada garis waktu, lalu kunci.
Default mengikuti Gantt kontrak. Tarik ujung batang ke minggu yang diinginkan.
Denah + zonasi konstruksi
Kunci jendela milestone dulu, baru usulkan zonasi.
Pull Planning per Milestone
Pada tahapan ini, the last planner melakukan collaborative pull planning yang lebih detail dengan memperhatikan zonasi dan handoff. Latihan: milestone Pondasi dan Struktur. Atap & MEP serta Finishing sudah given; constraint-nya dari kualitas hasil desain.
Akhir
Serah terima
Awal
Mulai
M1
Handoff
Pilih kartu di kolom Struktur untuk mengatur minggu dan melihat handoff.
Butuh dari (tarik)
Menyerahkan ke
Catat constraint
Komitmen tim (collaborative)
Kunci milestone dulu.
Tetapkan zonasi dulu, baru tim commit pada papan pull.
Constraint per milestone
Given dari kualitas hasil desain, plus yang dicatat di Struktur. Urutan awal → akhir.
Tidak ada constraint.
Jadwal Phase Plan (terkunci)
Urutan maju: awal → akhir. Baseline produksi sebelum Look-ahead.
Awal
Mulai
M1
Akhir
Serah terima
LPS · Look-ahead Plan
Perencanaan ke depan dan make-ready
Tahapan perencanaan ke depan ini biasanya 6 minggu ke depan, tetapi dalam kasus ini kita melihatnya hanya 4 minggu ke depan. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan menghapus kendala atau constraint. Istilahnya constraint analysis yang bisa menghambat pekerjaan. Pada awal pekerjaan M0, maka yang dilakukan adalah perencanaan minggu 1, minggu 2, minggu 3, dan minggu 4 — atau jendela L1, L2, L3, dan L4 yang akan bergulir setiap minggunya. Secara prinsip, L1 adalah pekerjaan yang sudah pasti bisa dilaksanakan (SiapKerja!), tidak boleh lagi ada constraint. Sedangkan untuk L2, L3, dan L4 harus diupayakan constraint dihilangkan oleh masing-masing tim kerja.
Look-ahead belum dibuka
Kunci Phase Plan dulu. Look-ahead memakai jadwal dan constraint yang sudah dikunci.
Sesi · M
Skenario gangguan di jendela ini
Zonasi · selesai / sisa
Dibawa ke L1 dari M
Cek janji make-ready sesi lalu
Klik sticky yang bersangkutan, lalu Sudah dilaksanakan atau Gagal — baru susun WWP.
Detail pekerjaan per zonasi
Tidak ada pekerjaan di minggu ini.
Constraint analysis & removal
Pekerjaan ini di L1 — tidak boleh ada constraint. Hilangkan sekarang, atau nyatakan tidak bisa (tidak masuk WWP).
Laporan Make-Ready
SiapKerja!
Dijanjikan
Terbuka
Proyek selesai. Tidak ada Look-ahead berikutnya — buka tab Laporan.
LPS · Weekly Work Plan
Perencanaan mingguan
Perencanaan mingguan dilakukan sebelum minggu yang direncanakan. Di dalam look-ahead plan adalah minggu L1. Biasanya dilakukan setelah melakukan learning process; untuk awal konstruksi dilakukan pada Sesi M0. Pada perencanaan mingguan ini, diyakinkan semua pekerjaan yang direncanakan sudah bebas constraint. Kemudian mencoba mendetilkan pekerjaan tersebut seperti apa akan dilakukan hari per hari. Jika diperlukan, maka bisa dibagi menjadi beberapa sub zona yang lebih detil. Jika ternyata masih ada waktu kosong, maka pekerjaan di zona lain atau pekerjaan lain yang sudah bebas kendala bisa dimasukkan ke jadwal minggu ini. Jika sudah direncanakan, maka dikunci untuk dieksekusi pada minggu pertama. Jangan merencanakan pekerjaan di luar minggu tersebut. Dan kita akan memulai eksekusi yang didahului oleh Daily Huddle.
Zonasi · selesai / sisa
Sesi · M
Pecah ke hari: Z1 menjadi Z1-a-1, Z1-a-2… · Z2-a menjadi Z2-a-1, Z2-a-2… Sisa setelah Sabtu ke minggu depan.
—
Backlog
Tahan — belum SiapKerja!
- Kosong
Workable — bisa dimasukkan ke jadwal
- Kosong
Sisa ke minggu depan
LPS · Daily Huddle
Perencanaan harian
Perencanaan setiap hari dilakukan dengan rapat harian singkat 15 menit untuk memeriksa apa yang telah dilakukan, memastikan rencana hari ini dan minggu yang berjalan akan terlaksana sesuai rencana. Ada kemungkinan perubahan dan penyesuaian jika diperlukan. Setiap last planner menyampaikan ini dengan waktu yang cepat, tidak berlama-lama. Jika ada masalah, tidak diselesaikan pada daily huddle ini, tetapi akan diangkat kepada forum pemecahan masalah. Setiap hari dalam satu minggu dilakukan seperti itu. Ketika ditemukan waktu kosong, maka pekerjaan yang sudah siap bisa dimasukkan ke jadwal hari yang kosong. Jika sudah dilakukan sesuai rencana hari itu, diberi tanda selesai; atau diperpanjang ke hari selanjutnya dengan catatan penyebab perpanjangan dari rencana awal.
Timer huddle
Waktu habis — parkir masalah
Sesi · M ·
Skenario: hujan Sen–Sel (M6)
Tidak bisa centang hijau hari ini. Perpanjang atau gagal, alasan Cuaca. Setelah Rabu, sisa hari bisa dijalankan cepat jika tidak ada kunci lain.
Zonasi · selesai / sisa
Rencana hari ini
↻ Dari perpanjangan — konfirmasi hari ini: jalan atau perpanjang lagi
✓ Selesai hari ini
→ Diperpanjang + masalah dicatat
Tidak ada pekerjaan di hari ini.
Workable · masukkan ke sisa hari
Hanya dari backlog SiapKerja!, jika ada kapasitas.
-
- Kosong
Sisa ke minggu depan
Tindak lanjut (masalah tersimpan)
Tidak dibahas di huddle · dibawa ke PPC Sabtu
LPS · Learning
Evaluasi dan Rencana Ulang
Pada tahapan ini, dilakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan selama satu minggu, menganalisis kinerja yang seperti apa, melalui percent plan complete secara keseluruhan maupun per tim, dan juga alasan variansi atau reasons for variance, apakah terjadi terus-menerus atau tidak. Setelah ini, baru dilakukan rencana ulang, di mana rencana ulang ini meliputi look-ahead planning, jika dalam empat minggu ke depan masih ada constraint yang perlu ditindaklanjuti; jika tidak maka tidak perlu dilakukan look-ahead planning, langsung kepada weekly work planning untuk minggu berikutnya.
Sesi · M
Konfirmasi selesai per pecahan
Centang selesai atau tidak selesai. Yang tidak selesai dibawa ke L1 minggu depan. Baru kunci evaluasi.
Dijadwalkan ke M (bukan variansi)
Tidak muat di minggu ini saat pecah. Masuk L1 minggu depan sebagai rencana, bukan gagal.
Direncanakan
Selesai
PPC
PPC per tim
| Tim | Janji | Selesai | PPC |
|---|---|---|---|
Alasan variansi (reasons for variance)
Belum ada variansi tercatat.
Catatan 1–3 poin: apa yang dipelajari dari PPC dan alasan variansi (pola yang berulang, komitmen yang gagal, yang akan diubah minggu depan).
LPS · Progress
Proyek ditutup
Tidak ada lagi kegiatan terjadwal. Semua pekerjaan, termasuk serah terima, sudah selesai. Look-ahead dan Weekly Work Plan tidak dilanjutkan.
Kontrak
Aktual
Hari kerja (Sen–Sab)
Selisih
Laporan ke Owner
Ringkasan kemajuan · Sesi M
Kontrak
Durasi
Progres fisik
PPC
Progres fisik
Rencana M
PPC (keandalan)
Bakukan progres M
Default hitungan dari pekerjaan selesai minggu ini: %
Kurva S · Rencana dan Aktual
Gantt rencana vs aktual
PPC per minggu
PPC per tim (ringkasan)
| Tim | Min | Max | Rata-rata | n minggu |
|---|---|---|---|---|
Top klasifikasi masalah
Arsip eksekusi Tampilkan Tutup
WWP & huddle minggu yang sudah digulir — baca saja.